Author: Park Gyu Min
Cast:
-YOU as Kim Hyo Rim
-Minho SHINee as Choi Minho
-Jiyeon T-Ara as Park Jiyeon
Genre: Romance, Sad
Leght: One Shoot
Rating: General
#flashback#
Author POV
Ada seorang pasangan kekasih yang bernama Choi Minho dan Kim Hyo Rim mereka saling mencintai bahkan sudah berencana untuk menikah, sampai suatu saat Hyorim memutuskan untuk pergi meninggalkan Minho tanpa memberitahu alasannya. Saat itu Minho merasa sangat dihianati oleh yeoja yang sangat ia cintai, dan ia merasakan sakit hati yang sangat dalam, hal itu membuat ia merasa trauma dengan yeoja kecuali keluarganya.
#flashback end#
Hari demi hari'pun berlalu, tak terasa sudah 2 tahun peristiwa buruk itu berlalu hingga sekarang Minho belum dapat melupakan peristiwa itu
Minho POV
"Hya mengapa kau baru datang? Lihat ini sudah jam berapa?"
"Mianhae, tadi aku terjebak macet"
"Hah alasan, sudahlah kita harus segera pergi ke sungan Han untuk mengambil obyek disana"
Lalu aku dan yeoja menyebalkan itu pergi ke sungai Han untuk mengambil gambar, y aku memang seorang photografer dan aku mempunyai musuh yang bernama Park Jiyeon dia sangat menyebalkan dan cerewet setiap hari aku selalu bertengkar dengannya dan sialnya aku harus bekerja satu tim dengannya hah bisa gila aku lama-lama...
Jiyeon POV
Hah sudah ku kira pasti namja menyebalkan itu akan ngomel lagi karna aku hari ini terlamabat, dia memang menyebalkan setiap hari kerjaannya hanya ngomel,ngomel dan ngomel hah memangnya aku ini tempat omelannya apa? Ini gara-gara rumah baru q, aku baru pindah rumah dan letaknya jauh dari kantor q jika tidak berangkat pagi-pagi bisa terkena macet seperti sekarang ini setelah sampai kantor aku telah di sambut oleh omelan namja yang bernama Choi Minho itu, dia seperti bos q saja padahalkan kita satu tim memang sial harus satu tim dengannya...
"Hya mengapa kau baru datang? Lihat ini sudah jam berapa?"
"Mianhae, tadi aku terjebak macet"
"Hah alasan, sudahlah kita harus segera pergi ke sungan Han untuk mengambil obyek disana"
Heuh kali ini aku hanya bisa minta maaf karna memang aku yang salah tapi lihat saja nanti aku yang akan membuatnya minta maaf dengan q...
Di sungai Han
"Wah tempatnya indah sekali disini sangat cocok untuk mengambil gambar" aku berbicara sendiri, tiba-tiba "tentu saja aku kan yang memilih tempat ini sebagai obyeknya"
"Hah aku sudah tau tidak perlu lagi kau bicarakan"
"Hya kau ini" dia lagi-lagi ngomel tapi kali ini aku tidak menghiraukannya...
"Oh iya aku baru ingat" kemarin saat aku bersih-bersih di rumah baru q aku menemukan sebuah buku diary sepertinya buku itu tertinggal tapi aku belum sempat membacanya saat ini tidak mungkin pasti namja menyebalkan itu ngomel lagi...
Pukul 12:00
Akhirnya bisa istirahat setelah hampir setengah hari mencari obyek... Aku jadi teringat buku itu lebih baik aku membacanya sekarang
Beberapa saat kemudian...
Ternyata pemilik buku itu bernama Kim Hyo Rim ceritannya juga sangat menyedihkan dan membuat ku meneteskan air mata "hya mengapa kau menangis" tanya seorang namja pada q "bukan urusan mu"
"Hah y memang itu bukan urusan q, y sudah kita pulang saja"
Pukul 17:00
Saat jam pulang kantor telah tiba dan itu saatnya aku berpisah dengan namja galak itu "senangnya bisa berpisah dengan namja itu, untung saja besok libur jadi aku tidak harus mendengar ocehannya lagi"
Keesokan harinya
"Hhhhuuuuuaaaammm sudah pagi" aku segara mandi dan menuju meja makan ternyata omma dan appa sudah menunggu untuk sarapan saat selesai sarapan tiba-tiba tok,tok,tok ada yang mengetuk pintu rumah q "y, mau cari siapa?"
"Oh maaf apakah anda yang punya rumah ini?" Tanya seorang yeoja yang mungkin seumuran dengan q "ne, ada apa?"
"Oh tidak aku hanya ingin mengambil buku diary milik q yang tertinggal saat pindah rumah, apa kau menemukannya?"
"Buku diary? Oh buku itu y sebentar aku ambil dulu, silahkan masuk"
"Ne gomawo," aku berlari ke kemar q untuk mengambil buku itu
"Buku ini?" Aku memperlihatkan buku yang waktu itu aku temukan saat sedang membersihkan rumah
"Ne, gomawo.... Siapa nama mu?"
"aku jiyeon, nama mu Kim Hyo Rim bukan?"
"Ne dari mana kau tau nama ku?"
"Waktu itu aku tidak sengaja membaca diary mu dan disitu tertulis nama mu"
"Oh, kau sudah tau tentang q"
"Mianhae aku..."
"Tidak apa-apa, aku mengerti karna kau sudah tau tentang q jadi kita bisa berteman kan?"
"Ne tentu saja"
Dari situ aku semakin dekat dengannya dia selalu menceritakan masa lalunya pada q dan itu sangat membuat ku tersentuh dia harus memilih keputusan yang sangat sulit baginya mungkin tidak semua orang bisa melakukan hal itu...
Minho POV
Sudah 2 tahun Hyo Rim meninggalkan q dan sampai sekarang aku masih belum bisa terima, dimana dia sekarang? Mengapa dulu dia meninggalkan q begitu saja? Bahkan aku tidak bisa mencintai wanita selain dia...
Keesokan hari
Di kantor
Hari ini aku dan yeoja menyebalkan itu mendapat tugas mencari obyek dengan tema kekeluargaan dan hasilnya akan diikut sertakan dalam pameran gambar terbaik kali ini yang mencari tempat obyek adalah Jiyeon dan saat aku melihat tempatnya teryata sangat bagus aku sangat terkejut melihatnya ternyata dia punya selera juga "hei Minho-ah bagaimana tempat pilihan ku? Tidak kalah dengan tempat yang dulu kau pilih" yeoja itu menyombongkan diri "ya ku akui memang tempat ini sangat bagus untuk tema kita, tapi tidak usah GR ini mungkin hanya kebetulan" Tidak mungkin aku memujinya bisa-bisa dia besar kepala nanti
"Hah kau ini masih tidak mau mengalah"
Ternyata hasilnya bagus dan besok akan di umumkan pemenang gambar terbaik...
Keesokan harinya
Aku sangat tegang hari ini karna hari ini adalah pengumuman pemenang gambar terbaik dan ternyata pemenangnya adalah tim q dan Jiyeon aku sangat senang begitupun Jiyeon karna terlalu senang tanpa q sadari aku dan Jiyeon sampai berpulkan dan loncat-loncat... "Hya Jiyeon-ah mengapa kau memeluk q?" Langsung melepaskan pelukan "mwo? Bukannya kau yang memeluk ku?"
"Andwae kau yang memeluk ku"
"Hah sudahlah yg penting kita sudah menang dan itu semua berkat aku"
"Mwo? Kita itu satu tim mana bisa kau yang menang sendiri"
"Bisa saja aku maunya sperti itu" lalu dia pergi meninggalkan q...
Mulai dari saat itu aku dan Jiyeon jarang bertengkar entah apa yang merasuki ku, setiap aku ingin marah padanya aku jadi merasa kasihan
Jiyeon POV
Sekarang Minho jarang marah-marah dengan q, aku tidak tau apa sebabnya baguslah aku tidak harus mendengar omelannya sering-sering "tapi di lihat-lihat kalau Minho sedang tidak marah dia tampan juga" sebenarnya dia baik hanya sedikit galak yang ku tau dia galak pada yeoja karna dia punya masa lalu yang kurang bagus dan membuatnya sedikit trauma
Hari ini aku ada janji bertemu dengan Hyo Rim di taman kota aku ingin menceritakan sesuatu padanya
Di taman kota
Ku lihat Hyo Rim sudah menunggu ku di kursi taman "hai Hyo Rim"
"Hai Jiyeon"
"Apa kau sudah lama menunggu ku?"
"Andwae, aku baru saja datang, td kau bilang kau ingin menceritakan sesuatu pada q?
"Owh iya aku ingin menceritakan namja yang waktu itu sangat q benci"
"Memang dia kenapa?"
"Sekarang dia sudah berubah, dia jarang sekali bertengkar dengan q"
"Wah itu awal yang bagus berarti dia sudah mengajak mu baikan, mungkin dia menyukai mu?"
"Mwo? Menyukai ku?"
"Ne, dulu kau pernah bilang kan dia itu tampan"
"Ne, mungkin aku menyukainya juga"
"Sekarang tinggal kau cari tau apa dia juga menyukai mu? Aku juga ingin memberitahukan sesuatu pada mu"
"Tentang apa?"
"Aku ingin mencari Minho lagi dan menjelaskan semuanya"
"Mwo? Minho?"
"Ne, dia namja yang ku maksud dalam buku diary ku namja yang dulu q tinggalkan aku baru sadar bahwa aku masih mencintainya"
"Nama lengkapnya siapa?"
"Choi Minho, weo?"
"Ah andwae, apa kau punya fotonya?"
"Ne, sebentar" Hyo Rim mengambil selembar foto dari tasnya "ini fotonya"
"Mwo?" Aku sangat terkejut melihatnya ternyata dia adalah Minho yang sama dan diam-diam ku kagumi "Jiyeon-ah ada apa?"
"Andwae aku harus cepat pulang omma q menyuruh q pulang cepat lain kali kita sambung lagi y, anyeong" aku berlari meninggalkan Hyo Rim saat ini hati q sakit sekali ternyata aku dan Hyo Rim menyukai namja yang sama tapi aku jadi teringat buku diary itu dan ku fikir aku tidak usah memberitahukan siapa namja yang aku sukai itu pada Hyo Rim dan aku berniat untuk mempertemukan mereka kembali...
Keesokan harinya
Di kantor
"Minho-ah aku ingin berbicara dengan mu"
"Tentang apa?"
"Hyo Rim"
"Mwo? Hyo Rim"
"Ne, kau kenal dia kan?"
"Ne"
"Dia ingin bertemu lagi dengan mu"
"Mwo? Tidak mungkin dia sudah meninggalkan q dan membuang q begitu saja"
"Tidak dia terpaksa meninggalkan mu dia punya alasan sendiri"
"Sudahlah aku tidak mau lagi bertemu dengannya"
"Minho-ah aku tau kau masih menyayanginya kan? Beri dia kesempatan lagi"
"Kau tidak tau betapa sakitnya aku di tinggalkan begitu saja"
"Hya kau jangan egois dia itu ingin minta maaf dengan mu dan menjelaskan semuanya, kau tau apa sebabnya dia meninggalkan mu? Dia itu punya penyakit kanker otak karna dia sangat mencintai mu dia tidak ingin kau tau, itu sebabnya dia pergi begitu saja"
"Mwo? Hyo Rim sakit? Kanker otak?"
"Ne apa sekarang kau masih tidak ingin bertemu dengannya?"
"Di mana dia? Antar aku kerumahnya"
Walaupun hati ku sakit tapi aku coba untuk merelakan Minho dan Hyo Rim kembali seperti dulu akupun mengantarkan Minho ke rumah Hyo Rim...
Di rumah Hyo Rim
Aku mengetuk pintu rumahnya tak lama kemudian Hyo Rim keluar "Jiyeon, ada apa?"
"Hyo Rim ada yang ingin bertemu dengan mu"
"Siapa?"
"Ayo ikut aku" sambil menarik Hyo Rim keluar rumah, itu dia ada di sana... Lalu Hyo Rim berjalan ke arah seorang namja yang berdiri membelakanginya itu dan namja itu membalikan badannya saat itu Hyo Rim sangat terkejut melihatnya "Minho" Hyo Rim langsung memeluk tubuh Minho "Hyo Rim-ah apa kau sakit?" Minho bertanya pada Hyo Rim "ne mianhae aku dulu tidak memberitahu mu tentang ini karna aku tidak ingin kau tau bahwa aku punya penyakit" Hyo Rim menjelaskan semua dan aku hanya melihat mereka dari jauh sambil menahan air mata q yang hampir jatuh setidaknya aku sudah lega melihat mereka bersama lagi walaupun hati q sakit...
Satu bulan kemudian
Ternyata mereka memang saling mencintai sekarang aku hanya bisa tersenyum palsu melihat mereka sampai suatu hari aku mendapat tlp dari Minho dia menyuruh ku untuk datang ke rumah sakit karna Hyo Rim tadi pingsan dan sekarang ada di rumah sakit...
Di rumah sakit
Aku segera berlari mencari kamar dimana Hyo Rim sedang di rawat disana ada Minho yang sedang menjaganya "Hyo Rim apa kau baik-baik saja?" Tanya q khawatir "na gwaenchana, apa kalian bisa mengantar q ke atas bukit? Aku ingin melihat matahari terbenam"
"Hyo Rim kau kan masih sakit"
"Tidak aku sudah baik-baik saja"
Akhirnya kami minta izin pada dokter untuk membawa Hyo Rim ke atas bukit untuk melihat matahari terbenam...
Di Bukit
"Wah indah sekali disini" ujar Hyo Rim
"Jiyeon-ah, Minho-ah, aku minta maaf y kalau aku tidak bisa menemani kalian lagi"
"Jangan berbicara seperti itu" Minho menjawab "y, Minho benar Hyo Rim" lalu ia menyatukan tangan q dan Minho "aku tau kalian saling mencintai, jadi aku mohon kalian harus bersama"
"Tapi......"
"Jiyeon-ah ini permintaan terakhir ku, ku mohon aku tau kau juga mencintai Minho"
"Baiklah" tiba-tiba saja Hyo Rim pingsan ternyata dia bukan pingsan tapi dia sudah meninggal...
-FIN-
NB: FF ini buat saengi ku tersayang...
gumawo eonnie udh bkinin ak ff..
BalasHapusff nya lumayan eon..
crtny bgus tp tulisannya krg rapi..
fighting eon..